Aku percaya mimpi aku percaya takdir aku percaya cinta sejati dan aku
percaya akan adanya akhir yang bahagia. Aku hanyalah gadis lugu yang
berubah akan bergulirnya waktu karena setiap fakta yang ku alami
bertentangan dengan semua yang kupercaya dan akhirnya kini aku adalah
pembenci semua omong kosong itu.
“hai boleh kenalan?” kata suara cowok membangunkan tidur bosanku.
Kutengok ke arah suara tersebut. Tepat berdiri tegak seorang cowok model tipe prince charming mengulurkan tangannya. Kutatap dan kuperhatikan cowok asing ini. Kenapa dia ada disini? Bagaimana dia tahu tempat rahasiaku ini?.
Kutengok ke arah suara tersebut. Tepat berdiri tegak seorang cowok model tipe prince charming mengulurkan tangannya. Kutatap dan kuperhatikan cowok asing ini. Kenapa dia ada disini? Bagaimana dia tahu tempat rahasiaku ini?.
“ehemm hai”
“oh… Uh… Hai gue della” jawabku malu. Bagus sekarang orang yang baru ku kenal pun bakalan kabur karena menyadari betapa anehnya aku yang menatap dan sempat ngebleng selama 5 menit. Bagus dell bener-bener bagus!!
“gue kevin… n gak kok lu gak aneh”
“hah?!”
“lu paranormal?” heran apa dia edward cullen?
“ha.. Ha.. Bukan-bukan. Cuma ketebak aja raut muka lu. Gampang dibacanya” tegas kevin
“oh” cuma jawabanku
“by the way kalau gue edward cullen mau kah lu jadi isabella swan-nya?” Tambahnya tersenyum
Tuh kan!! Aku yakin nih cowok titisan bangsa maya.
“oh… Uh… Hai gue della” jawabku malu. Bagus sekarang orang yang baru ku kenal pun bakalan kabur karena menyadari betapa anehnya aku yang menatap dan sempat ngebleng selama 5 menit. Bagus dell bener-bener bagus!!
“gue kevin… n gak kok lu gak aneh”
“hah?!”
“lu paranormal?” heran apa dia edward cullen?
“ha.. Ha.. Bukan-bukan. Cuma ketebak aja raut muka lu. Gampang dibacanya” tegas kevin
“oh” cuma jawabanku
“by the way kalau gue edward cullen mau kah lu jadi isabella swan-nya?” Tambahnya tersenyum
Tuh kan!! Aku yakin nih cowok titisan bangsa maya.
Bukan sama sekali kevin bukan paranormal atau pun bisa baca fikiran.
Dia murid pindahan yang dalam waktu hanya 5 bulan bisa dikenal seisi
sekolah sma ku. Dan kebetulan aku adalah teman pertama yang dikenalnya
maka mau gak mau hampir semua orang kini memperhatikanku bahkan mereka
mengira aku pacaran dengan kevin. Bukannya aku keberatan dengan cowok
seperfect kevin jadi pacarnya tapi aku sadar itu hanyalah akan menjadi
impian dan aku tak mau terluka karena harapan lagi. Meskipun kadang
kevin bersikap terlalu manis, juga selalu mengatakan kalau dia sayang
padaku. Maka dari itu sekarang aku semakin menjauhinya aku tak mau
membentuk asumsi di otakku.
“dell kevin kecelakaan!” teriak susi teman sekelasku
“apa!”
“ayo cepet sini ikut gue!” kata susi sambil menyeret lenganku keluar dari kelasku.
“apa!”
“ayo cepet sini ikut gue!” kata susi sambil menyeret lenganku keluar dari kelasku.
Setiba di lapangan bola aku langsung mencari sosok kevin yang sedari
tadi susi bilang kalau kevin tabrakan disini. Aku tak bisa berfikir
hanya bisa menyalahkan betapa bodohnya aku kalau sampai kevin
kenapa-napa aku gak akan maafin diriku sendiri. Kekhawatiranku berhenti
saat kulihat kevin berdiri di seberang lapangan bola dengan senyum lebar
sehat tanpa tergores sedikit pun.
“della permata maafin untuk semua kebodohan yang sudah membuatmu
terluka aku tau aku bukan prince charming yang seperti kamu inginkan.
Tapi aku selalu bermimpi kamu menjadi ratu di hidupku. Della permata mau
kah kamu menjadikan impianku agar menjadi nyata, bersediakah kamu
menjadi ratuku?” kata kevin sambil berlutut dengan satu kaki dan
mengulurkan telapak tangannya yang terdapat sebuah cincin berkilau
karena pancaran sinar matahari.
Aku tak bisa berkata apapun hanya bisa memandang. Bahagia, kesal,
terharu malu bercampur jadi satu. Apakah ini cuma mimpi? Aku takut bila
aku berkedip maka semua ini akan hilang dan hanya tersisa aku yang
terluka untuk beribu kalinya. Aku ingin berlari dan menganggap ini semua
hanyalah mimpi. Sebelum aku menyadari keindahan yang hanya sebatas
angan. Tetapi apabila aku selalu takut dengan harapan apa mungkin aku
bisa merasakan bahagia walau sekejap saja. Kulihat muka kevin yang masih
tersenyum lebar raut wajahnya penuh harapan. Kutarik nafas dalam-dalam
dan mengatakan tiga kata yang mengubah seluruh hidupku.
“iya aku mau”
“iya aku mau”
Semenjak kevin dan aku jadian. Aku adalah gadis terbahagia di dunia.
Setiap menit tak pernah terlepas senyum di bibirku. Kevin adalah mimpi
terindah dan kesatria penyelamatku dari keterpurukan mimpi burukku. Kini
aku tak takut lagi untuk bermimpi dan menyebarkan senyum harapan.
“sayang kamu percaya padaku kan?” tanya kevin
“tentu sayang, kenapa?” tanyaku heran
“aku gak mau kehilanganmu, aku cinta banget sama kamu” kata kevin memeluku erat.
“kevin ada apa?” tanyaku semakin heran.
“gak… Gak papa ko sayang. Gak ada apa-apa semuanya kan baik-baik saja” kata kevin dengan nada lemah.
“sayang kamu percaya padaku kan?” tanya kevin
“tentu sayang, kenapa?” tanyaku heran
“aku gak mau kehilanganmu, aku cinta banget sama kamu” kata kevin memeluku erat.
“kevin ada apa?” tanyaku semakin heran.
“gak… Gak papa ko sayang. Gak ada apa-apa semuanya kan baik-baik saja” kata kevin dengan nada lemah.
Aku gak berhenti memikirkan keanehan kevin hari ini. Dia bersikap
seolah-olah dunia akan runtuh, dia tak mau meninggalkanku dari pagi
walaupun hanya untuk ke toilet. Apa yang terjadi? Setiap ku bertanya dia
hanya memberikan senyuman sedih dan mengatakan ‘semua akan baik-baik
saja’ meskipun khawatir tapi aku gak bisa memaksakan kevin untuk
memberitahukanku.
* Bamm *
Suara benda keras terjatuh di belakang kami. Aku pun segera menengok
ke arah suara tersebut dan menemukan segerombolan pria berjas hitam
menuju arah kami dengan cepat kilat. Sekejap mata pria itu sudah berada
di depan kami dan menyeret kevin menjauhkannya dariku. Dengan panik aku
mengejarnya.
“kevin… Kevin… Kevin!!!” teriakku sekencang-kencangnya. Ya tuhan apa yang terjadi!
“percayalah aku. Aku mencintaimu” suara kevin sebelum dia dan segerombolan pria itu menghilang ditelan kegelapan malam.
“kevin… Kevin… Kevin!!!” teriakku sekencang-kencangnya. Ya tuhan apa yang terjadi!
“percayalah aku. Aku mencintaimu” suara kevin sebelum dia dan segerombolan pria itu menghilang ditelan kegelapan malam.
Aku tak bisa bergerak rasanya jantungku berhenti dadaku sakit
teringat cintaku hilang entah kemana pandanganku semakin buyar kemudian
aku pingsan.
* Bam *
Kaget aku terbangun dengan keringat dingin detak jantung yang
kencang. Aku teriak memanggil-manggil kevin. Kuperhatikan sekelilingku
tampak heran, takut raut wajah-wajah teman sekelasku. Sampai aku sadar
aku berada di tengah-tengah kelas duduk di bangkuku. Apa yang terjadi
kenapa aku disini bukannya aku berada di teras rumahku bersama kevin
hingga akhirnya mereka menyeret kevin dan menghilang di… aku tak bisa
menyelesaikan kalimat itu rasanya tak kuat kumenahan sakit tanpa terasa
kuteteskan air mata membasahi pipiku.
“della kamu kenapa” tanya susi teman sebangkuku. Tunggu sebentar
kenapa susi duduk di sebelahku bukankah dia sudah pindah sekolah tahun
lalu kenapa dia disini?
“kenapa kamu disini?”
Tanyaku dengan suara serak.
“apa maksudmu? Memang aku selalu disini kok” jawab susi
“lu kan udah pindah sekolah tahun lalu?”
“apa… Aku gak pernah pindah sekolah della, kamu mimpi ya” jawab susi dengan ketawa kecil.
“bukankah kakakmu pindah kota setelah kamu kelas tiga?”
“ha.. Ha mungkin, aku belum tanya sama dia. Lagian masih lama kok kita naik kelas tiga ya kan?” jawab susi
“kita udah kelas tiga sus!” kataku kesal kenapa sih susi bersikap kaya gini disaat keadaanku seperti ini.
“dell kamu mimpi ya? Kita masih kelas dua. Sekarang aja masih tanggal 12 januari”
“januari?” tanyaku makin bingung bukankah sekarang bulan juli. Susi hanya mengangguk.
“sekarang tahun berapa?”
“2012 lah”
“apa?!! Lu pasti salah sekarang 2013 sus” kataku tak percaya susi makin membuatku bingung.
“tanya aja semua orang disini. n nih lihat buku catat lu aja ada tanggalnya” jawab susi menuding buku di tanganku. Mataku terbelalak, benar adanya sekarang tanggal 12 januari. Tanggal dimana aku pertama ketemu dengan kevin. Tanggal sebelum semua mimpi indahku tewujud. Apa semua itu cuma mimpi? Bagaimana bisa mimpi bisa sepanjang itu?
“kamu kenal kevin maja sus?” tanyaku berharap satu titik terang.
“emmm… Gak pernah denger, anak mana emang?” kata susi
“kenapa kamu disini?”
Tanyaku dengan suara serak.
“apa maksudmu? Memang aku selalu disini kok” jawab susi
“lu kan udah pindah sekolah tahun lalu?”
“apa… Aku gak pernah pindah sekolah della, kamu mimpi ya” jawab susi dengan ketawa kecil.
“bukankah kakakmu pindah kota setelah kamu kelas tiga?”
“ha.. Ha mungkin, aku belum tanya sama dia. Lagian masih lama kok kita naik kelas tiga ya kan?” jawab susi
“kita udah kelas tiga sus!” kataku kesal kenapa sih susi bersikap kaya gini disaat keadaanku seperti ini.
“dell kamu mimpi ya? Kita masih kelas dua. Sekarang aja masih tanggal 12 januari”
“januari?” tanyaku makin bingung bukankah sekarang bulan juli. Susi hanya mengangguk.
“sekarang tahun berapa?”
“2012 lah”
“apa?!! Lu pasti salah sekarang 2013 sus” kataku tak percaya susi makin membuatku bingung.
“tanya aja semua orang disini. n nih lihat buku catat lu aja ada tanggalnya” jawab susi menuding buku di tanganku. Mataku terbelalak, benar adanya sekarang tanggal 12 januari. Tanggal dimana aku pertama ketemu dengan kevin. Tanggal sebelum semua mimpi indahku tewujud. Apa semua itu cuma mimpi? Bagaimana bisa mimpi bisa sepanjang itu?
“kamu kenal kevin maja sus?” tanyaku berharap satu titik terang.
“emmm… Gak pernah denger, anak mana emang?” kata susi
Kepalaku semakin pusing tak kuat memikirkan semua itu. Bagaimana bisa
mimpi bisa senyata itu? Bagaimana bisa sakitnya masih terasa perih
menusuk hati. Bodohnya aku tertipu untuk seribu kali dengan mimpi bodoh
yang pada akhirnya menyadarkan sisa luka dan kehilangan semata. Kenapa
tuhan memberikanku mimpi? Kenapa aku masih percaya saat ingat kata-kata
kevin untuk percaya adanya dia. Kenapa? Kenapa? Emosiku membumbung
tinggi aku menyalahkan hal yang tak pasti.
Kukepalkan tanganku menahan amarah malu akan diri sendiri. Jari-jari
tanganku mulai sakit saking kencangnya kugenggam kepalan tanganku
membuat cincin di jari kelingkingku pun terasa sesak. Tunggu, bukannya
aku tak punya cincin? Kudekatkan cincin ke mukaku. Tertulis di belakang
lingkaran cincin itu ~ believe me, i love you ~. Ini adalah cincin
pemberian kevin waktu menyatakan cintanya di lapangan bola dulu. Yang
harusnya hari itu hanya dalam mimpiku saja. Lalu kenapa aku memakai
cincin pemberian kevin?
sumber: http://cerpenmu.com
sumber: http://cerpenmu.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar